Friday, October 21, 2011
just read don't turn away
Ada kabel yang terhubung ke handphone mu untuk memutar lagu
Dan kita berpegangan tangan, berencana melihat dalam visi yang sama
Waktu itu sejajar betul mata menilai gelapnya bumi
Dan ada asap malam-malam dalam kecepatan kesukaanku
Hari ini
Ada huruf-huruf kecil dari panel tulisan-tulisanmu
Mungkin aku salah sangka besar kepala kalau-kalau aku adalah sepilin aspirasi tulisan itu
Sudah kebiasaan lama untuk selalu menghibur diri sendiri, endorphin, katamu
Jadi
Ada tulisan ini malam ini
Kapan kita bisa bertemu lagi?
naa
angry me
Hal yang tolol itu, kalau kamu datang dengan puji-puji dan membuat aku berpikir ini adalah baik dan menunggu akhirnya akan ada leburan kata aku-kamu menjadi ‘kita’ lagi, dan tiba-tiba ada backsound keras TET TOT seperti di kuis televisi kalau aku menjawab salah.
Dan yang paling tolol dari semua itu adalah, berpikir dan berpikir dan terus berpikir untuk membunuhmu dan pada waktu yang sama menjawab pertanyaan “how’s your day?” mu dengan baik.
Someone call the doctor, my psychotic feature has back
naa
Thursday, October 13, 2011
question mark
Sunday, September 25, 2011
rahasia
Morning Folks,
Bagaimana malam minggunya? Akhir-akhir ini malam minggu jadi icon penting dalam hidup saya yg mulai terasa monoton. Bukan hanya malam mingguan dengan pacar, mostly malam minggu saya dilalui bersama genk gong abadi saya, either menggila di karaoke room atau sekedar ngumpul di rumah saya. Sejujurnya pilihan spending Saturday nite with whom saya sih cuma sedikit ; genk gong; pacar; atau cable tv.
Tadi malam acara malam minggu saya berakhir kurang menyenangkan karena penyakit kronis saya kambuh, beradu keras dengan gaster si lambung lucu dan saya muntah-muntah. Bukan karena habis mabok, tapi karena minum kopi. Muntah itu nggak enak lho, ketika makanan lewat di saluran makan dengan arah sebaliknya itu enggak ada nikmatnya sama sekali. Anyway, tim saya juga enggak lengkap malam itu, rencananya mau menggila di karaoke, tapi kemampuan menunggu saya dan teman-teman saya sedikit di bawah standar, dan itu adalah malam minggu dimana hampir semua umat ingin olah vokal, maka jadinya batal.
Malam saya diawali dari berkumpul di kamar saya, girls talk dengan dua pacar perempuan saya sementara menunggu yang laki-laki menyusul. Saya kangen sekali sama mereka, setelah seminggu menghabiskan waktu di kaamar bersalin dan hidup saya hanya ibu2 ngangkang, laptop dan tidur. Waktu tidak pernah berhasil memudarkan kegilaan kami yang usianya tetap belasan tahun. Maksudnya adalah, cara kami bicara satu sama lain, berteriak, dan topik-topik yang dibahas.
Saya selalu suka rahasia dan dibuat penasaran! Tadi malam itu, saya diberitahu rahasia super besar dan saya ternganga super lebar. Saya nggak mungkin menulis rahasia itu di blog saya, tapi saya merasa penting mencatat perasaan saya malam itu. Super salut! Itu kata kuncinya! Rahasianya adalah sedikit tentang keberanian. Keberanian untuk mengakui diri dan bersikap jujur. Sesuatu yang jaraaaaang sekali saya bisa pegang kuat.. mostly kita ini lebih senang untuk “lebih baik tidak dibicarakan daripada jadi ribut”, kita senang menyimpan kejujuran ketika kejujuran itu menyakitkan. Saya termasuk orang yg kalau memang saya tidak perlu diberitau fakta menyakitkan, sekalian saja enggak usah. Ekstremnya, saya akan fine saja kalau pacar saya mau flirting di belakang saya, tapi jangan sampai saya tau atau jangan sampai saya mencium jejak itu, well, mengintip sedikit itu jauh lebih membuat mati penasaran lho.
Jadi saya sangat salut sama teman saya dan ingin menciumnya seperti saya mencium adik perempuan imajiiner saya. Biarpun kejujuran yang diakuinya agak mengejutkan untuk orang seperti saya ini yang sedikit konvensional, tapi saya angkat topi untuk pilihannya. Hem, kita patut belajar dari hal ini, berani berdiri jujur di atas segala tumpukan sampah konsekuensinya.
Tapi sampai batas mana ya kita harus selalu jujur? Ahaha. Sepertinya saya akan tetap memakai prinsip saya yang menghalalkan white lies dan saya tetap menghormat bungkuk pada sesiapa pun yang mencintai kejujuran telanjang.
Sekian
naa
Wednesday, September 14, 2011
kirimi aku kartu pos, kawan!
mengapa mereka harus mematikan diri?
seolah baka akan diperoleh dengan mudah sesudah itu
setelah meregang nyawa begitu berat
memangnya kemana mereka sesudah itu?
tidak ada yang menjanjikan akan bahagia sesudahnya
mengapa merelakan nyawa yang tidak bergaransi
bila tiada jaminan akan kebaikan di atas kematian yang tidak dapat ditukar lagi
mengapa rela menggantung diri dan terhina?
mengapa kejam mengiris pergelangan tangan dan memanen berjuta perih?
mengapa mudah berkawan maut padahal di buku bilang ia tak kenal ampun
seolah tak ada jalan lagi di dunia ini sepicing mata pun
seolah mati adalah kepastian penghabisan kesengsaraan
taukah mereka bahwa ratusan jiwa memohon hidup selamanya?
sebagian lagi meminta Tuhan sekedar menunda penjemputnya dan teronggok vegetatif seolah segan hidup.
mengapa, kawan, kamu putuskan hengkang dari hidupmu?
adakah kamu akan bertemu Tuhan dengan bangga di sana?
ah, kudoakan semoga kamu berdamai denganNya di sana
sampaikan salamku pada Tuhan yang Maha baik
dan jangan lupa kirimi aku kartu pos, kawan,
aku ingin sekali tau kabarmu..
naa
dedicated to people who had commited suicide, and everyone who
is planning to..
Saturday, August 13, 2011
bersakit-sakit dahulu bersenang-senang entah kapan
malam-malam tanpa tidur
manipulasi demi manipulasi
kebodohan maha tolol
maupun saat-saat tertidur sambil berdiri
saya akan merindukan terjaga sampai pagi di depan laptop
atau di depan genangan darah atau di depan bayi mungil,
saya akan tersenyum geli suatu hari nanti mengingat perintah-perintah sialan
dan sebutan "sus" yang membuat naik pitam
maupun senyum terima kasih dari sesiapa pun yang merelakan badannya
menjadi guru saya
saya sering berada di titik ingin cepat pergi dan tidak mau mengingat semua ini
sering ingin menyerah dan berbalik ke rumput lain yang bagi saya lebih indah
tapi malam ini
di depan ibu-ibu yang mengangkang pada dini hari
saya semakin jatuh cinta pada semua ini
dan tidak pernah bisa memikirkan diri saya sebagai penyandang gelar lain
selain gelar inisial dr.
semoga ini menjadi doa. dan diamini sejagat raya.
amin.
naa
Tuesday, July 12, 2011
sweet vermouth
taste like one sip of sweet wine in my imagination
barely closing my eyes and talk in my head
to you
zillion words coming to define you
tonight is sweet
one of my best nights
i am no drunk but feels like i am drunk
i still can read the label of your liquor
sweet vermouth, it says
your mouth
naa
(imaginary 'in the bar' scene, me holding a glass of, not so sweet, orange juice)