Thursday, October 4, 2012

cyanocobalamin



yang paling bontot ditulis di kertas resep saya
kadang-kadang jadi satu-satu pilihan setiap kali seseorang datang pada saya dan bilang pegal-pegal
belakangan jadi solusi nakal dan brilian :
intramuskular

seandainya ada keputusan sepintas itu
untuk menuang habis ideologi saya ke dalam pikiran seseorang tanpa perlu dicerna
tinggal bilang "sepakat!"


naa

Monday, October 1, 2012

make-up pouch

tanpa tersadar
kamu menjadi komplotan terpenting saya
di setiap perjalanan tak bermalam di rumah,
menampung cairan-cairan ajaib
atau kabel-kabel berbelit
ternoda di sana-sini
beraroma aneka rupa

tanpa tersadar
kamu hampir sepenting kepala saya
dan hari ini kamu menemukan akhir
berbesar hati berhenti menemani
karena sudah tak lengkap lagi
kamu akan diganti seperti benda-benda
dan orang-orang lain yang saya ganti

tapi terima kasih untuk siapa ppun yang menemukan
dan menjajakanmu,
seperti lagu rutin selamat tinggal yang biasa kutembang :
kita sudah tidak sejalan, sudah berbeda kenyamanan,
mengapa saling menyusahkan?


naa


(melepaskan benda-benda yang biasa menempel setiap hari entah kenapa terasa seperti melepas orang yang saya sapa pertama kali di pagi hari)

Friday, August 31, 2012

Antares

bintangmu tumpah
di atas karpet gelap
dan di antara seribu anonim
warna kuningmu menjadi bernama

engkau aman
disisipkan di balik pikiran
berlindung dalam diam-diaman perkataan
dan menyerah berakhir di kedipan fajar


naa


(semalam suntuk bertengkar, sepanjang siang berkelar)


stepping stones

Suatu hari ada kabar yang mewarnai kebosanan saya di desa tempat saya tinggal, seseorang dari cerita dulu (tidak terlalu lampau) punya pacar baru, diumumkan lewat display picture bbm yang berganti jadi foto berdua dengan seseorang baru (judulnya pacar baru, saya pun baru tau orangnya), berhubung saya tidak mengaktifkan feature recent updates dalam rangka menapis dosa lantaran mengomentari personal message di daftar contacts saya, saya diberitau kabar tersebut oleh teman baik saya.
Saya belum menanyakan kabar tersebut langsung pada orangnya, tapi dari segelintiran bicara-bicara kabar tersebut terkonfirmasi. Dan seorang teman menanyakan dengan nada usil, “bagaimana perasaannya, Na?” whoaa... mungkin bermaksud menggoda, tapi saya menjawab dengan serius, perasaan saya baik-baik saja, happily surprised! Meskipun kesungguhan saya terus diragukan, tapi saya menjawab dengan jawaban yang sama setiap kali ditanyakan hal serupa.

Lagipula apa alasannya saya tidak gembira?

Tanpa bermaksud membahas hubungan yang sudah lewat, saya pikir memang ini berita yang tergolong melegakan, mengingat banyaknya jumlah air mata dan emosi yang tertera di dalam sejarah hubungan tersebut. Dan secara personal, adalah beban batin bagi saya bila saya berpikir bahwa saya menjadi alasan seseorang bersedih, entah bagaimana pun faktanya. Biar bagaimana pun buruknya pernyataan yang dikeluarkan orang-orang di sekitar saya mengenai sejarah ini, saya selalu memercayai bahwa semua orang adalah orang baik. Hanya sesekali saja lepas kendali. Hanya sesekali kita butuh pernyataan berhenti, dan inilah alasan mengapa sejarah semacam tersebut diakhiri.
Lalu ada teman lain yang tertawa-tawa dan mengatai saya jealous melihat reaksi pertama saya yang penasaran setengah mati. Hem, mari kita telaah reaksi semacam ini. Hal ini jelas awam terjadi pada hampir semua perempuan manapun. Ada yang dengan alasan narsistik bermaksud mengkomparasi, lalu mencari-cari kekurangan, ada yang bermaksud mengata-ngatai perempuan baru yang berhasil merebut sang pacar lama, bahkan mencari  kemiripannya dengan pacar baru sang mantan untuk memastikan bagi diri sendiri bahwa sang mantan sengaja cari pacar setipe karena belum move on, well, kali ini saya tidak begitu! Hahaha. (ingat kalimat saya sebelumnya, hal ini jelas terjadi pada hampir semua perempuan manapun)   

Lagipula apa alasannya saya jealous?

Lagi, tanpa bermaksud membahas hubungan yang sudah lewat, saya pikir kecemburuan tidak tepat digunakan di sini. Ketika kita berhasil menempatkan seseorang yang tadinya sangat kita sayangi bergeser menjadi orang yang kita hormati, rasa kepemilikan sepenuhnya bergeser dari skala seratus menjadi nol. Jadi tidak lagi ada porsinya perasaan semacam itu. Yah meskipun terdengar tidak bisa dipercaya, tapi bagi saya ini masuk akal, dan rasanya menggelikan saat orang-orang tidak percaya, yah, bukan barang baru terjadi benturan cara berpikir saya dengan kaidah-kaidah yang berlaku umum.
Tulisan ini terilhami dari banyaknya pertanyaan aneka bentuk tentang perasaan saya, mengapa malah saya yang jadi sorotan? Saya pikir mungkin meskipun kabar gembira ini bukan datang dari saya, tapi kabar gembira ini ikut berefek pada saya, saya jadi gembira, makanya orang-orang menanyakan perasaan saya, memastikan saya gembira juga atau tidak.
Saya gembira, sungguh. Kalau ada yang bilang kabar ini baru terdengar selang cukup lama sehingga tidak cukup lagi menyakiti saya, itu salah besar, kalau pun terdengar selang seminggu, saya akan tetap gembira. Dan pertanyaan terakhir yang membuat saya tersenyum, “kok gembira, Na?” , karena sekali lagi teori saya terbukti : ‘Kita selalu takut melepas pegangan karena takut terjatuh, lalu pada akhirnya kita dipaksa melompat dan akan terkaget-kaget mengetahui kita punya dua kaki untuk mendarat.’ Saya gembira saya tercantum dalam sejarah hidupnya, pernah menjadi bagian dari pelajaran pahitnya dan menjadi loncatan untuk keberanian menulis sejarah lebih baru, itulah kenapa saya merasa gembira!

naa


 p.s 

meskipun waktu tidak pernah jadi sahabat sejati yang tidak menyebalkan,
tapi waktu selalu jadi penyembuh terbaik untuk perasaan sakit yang dikira menetap,
:) :) selamat jatuh cinta lagi! Saya bangga sama kamu!


“broken heart won’t kill you, you’ll still be alive after all this through and you’ll find someone else to love, you’re just gonna be fine!” (seorang teman yang bilang, dari teman lain yang mengata-ngatainya demikian saat dia menangis pasca putus pacar).

Wednesday, August 22, 2012

mind trick

di dalam genggaman yang tersorot
oleh air mata yang basah jatuh
kusapu marahmu
supaya senyuman menjadi ingatan terakhir tentangmu kupunya
rindu diam-diam
berdoa pelan-pelan
dan pikiran-pikiran kecilku,
tolonglah, lewat saja
-naa

warna bajuku,
wangi parfumku,
kacamata baruku,
berbeda dari keasinganmu,
berhentilah bertengger di pikiranku
-naa

kita tidak pernah berfoto berdua
meskipun, pikiran terasa terikat
setidaknya, begitulah pikirku
-naa

merasa dibodohi oleh elektronika
oleh bebunyian
oleh kelip lampu merah
oleh jajaran huruf
lebih-lebih,
oleh pikiranku sendiri
*sigh*
*sigh*

sh*t!
-naa

Sunday, August 19, 2012

see you when i see you


Warna senyummu
Dalam warna senja
Di antara banyak suara,
Alasan kecil untuk tersenyum mendilusi pertengkaran virtual tempo hari
Kuhirup bau manis kretekmu, bau kopimu dan baumu 
aroma selalu jadi pemicu kuat untuk mengingat cinta yang seolah terbangun manis dari tidur,
bersama matahari tenggelam di belakangmu

denganmu,
waktu sudah tidak berlaku
 

(duduk di teras, saat senja)


naa

Thursday, August 9, 2012

tunnel vision


jarak tidak pernah lagi jadi hantu
perasaan ambigu sudah lama pensiun jadi benalu
rindu tidak pernah tidak menggebu 
-naa


bangkitan pikiran lewat endusan wewangian
rentetan senyuman terseret khayalan,
selamat malam, kawan!
-naa
 
bunga kecil
aku rindu percepatan waktu
salah, aku butuh percepatan waktu
karena aku takut
tidak, aku tidak boleh takut
aku mau kamu tau
bunga kecil
aku mau ending yang sempurna!
-naa