"aku mau sesudah ini kita bertemu
menafasi kerinduan mati yang ditimbun di dasar keinginan
aku mau bertemu dan melihatmu tanpa dibantu
memberi waktu bagi pikiran melepas simpai berjalin yang menahanku
berratus-ratus menit jaraknya darimu
aku mau melompat dan menjadi hadiah bagimu atas kepasrahan
bertahan dari cercaan perasaan
kita akan bertemu layaknya dua karib menahun lama tidak bercengkrama
hanya untuk melihat atau terlihat,
untuk mendengar dan didengar,
membagi yang tak bisa dibagi,
hanya untukmu
hanya untukku
terisolasi absolut."
(kangen parah pada hidup yg belum berubah atas nama sarjana!)
naa
Friday, October 23, 2009
Sunday, October 18, 2009
aku : di seberang lautmu
kupilih semenanjung yang tepat
supaya kita berdiri berhadapan dan jutaan galon air asin di antaranya
kutemukan laut yang tenang di dalam-dalam pepulauan supaya bisa melihatmu di pelupuk
daratanmu di seberangnya,
kupilih batu yang keras yang menopang dudukku lama-lama supaya bisa kutelusuri
suara ombakmu yang menyatu dengan buihmu, hantaran pesanmu yang tertunda
oleh masa panjang mengayuh laut pendulunya
sebelum terik menghabisi matahari pagi,
sebelum siang turun merayap dan berbagi sengatan panas,
kubuka amplop kecil yang berkedip-kedip berisi pesan pendekmu dari pantai landaimu
di daratan seberangmu, pesan itu, tentu saja berkata :
'saya ingin berenang ke sana menemuimu di bawah cakrawala horizon lautmu..'
naa
supaya kita berdiri berhadapan dan jutaan galon air asin di antaranya
kutemukan laut yang tenang di dalam-dalam pepulauan supaya bisa melihatmu di pelupuk
daratanmu di seberangnya,
kupilih batu yang keras yang menopang dudukku lama-lama supaya bisa kutelusuri
suara ombakmu yang menyatu dengan buihmu, hantaran pesanmu yang tertunda
oleh masa panjang mengayuh laut pendulunya
sebelum terik menghabisi matahari pagi,
sebelum siang turun merayap dan berbagi sengatan panas,
kubuka amplop kecil yang berkedip-kedip berisi pesan pendekmu dari pantai landaimu
di daratan seberangmu, pesan itu, tentu saja berkata :
'saya ingin berenang ke sana menemuimu di bawah cakrawala horizon lautmu..'
naa
Monday, October 5, 2009
rumput tetangga tidak lebih baik dari rumput saya!

corpse bride figure, as scary as married itselves! :)
aku ingat luna maya dicecar kenapa belum kawin juga
aku belum lupa dewi persik yang kawin muda malah cepat jadi janda
aku ingat diriku bercerita ingin segera berakhir di pernikahan
aku ingat berbagai rupa wanita yang punya mimpi serupa
mereka menggebu-gebu berlomba ingin cepat kawin muda
angan-angan dibangun supaya tidak cepat lupa
cinta memang tidak kasih makan tapi harapan bisa bikin kenyang
paling tidak sementara waktu sampai mereka punya kerja
yang sudah sepuh takut aku jadi perawan tua
yang sudah jadi perawan tua malah lupa sudah tidak muda
yang kawin muda justru tidak ingin cepat tua
tinggallah yang dibilang, masih gadis, yang takut mau jadi apa
dunia sudah gila oleh paradigma
aku sendiri terperangkap dalam tayangan kenyataan yang tidak terlalu mengesankan
mereka bilang hati-hati melangkah hati-hati pilih pria
tapi mereka tidak pinjamkan teropong masa depan
kalau memang probabilitas kawin-cerai-jatuh miskin sama saja
kenapa pula doktrinnya harus kawin muda?
naa
(hanya pikiran, bukan bagian dari propaganda anti kawin muda, hahaha)
Thursday, October 1, 2009
Tequila sunrise

Malam ini aku hanya butuh empat shot tequila
Karena aku rindu berilusi tentang kamuUntuk menaikkan apa-apa yang kamu jatuhkan
Untuk membangunkan aku dari mimpi
Kalau pun ini benar-benar mimpi namanya
Malam ini aku hanya butuh empat shot tequila
Untuk memaksamu tinggal
Karena kamu selalu hilang dan timbul sesukamu
Kadang membawa senang
Lebih banyak membawa kejahatanmu
Malam ini aku hanya butuh empat shot tequila
Untuk mengakhiri gelombang naik turun perasaan ini
Agar aku mual dan memuntahkan semuanya
Aku tidak sanggup menggapai kamu yang terlalu sulit untuk digilai
Dan aku hampir menyerah pada tegukan terakhir
Aku tipsy
naa
(what the broken-hearted screamed about when they’re drunk)
Friday, September 25, 2009
tertinggal
kita ibarat dua jalur eskalator yang berseberangan arah
berpapasan di satu titik lantas mulai meninggalkan
bukan maumu jadi eskalator yang harus ke arah atas
bukan mauku bergerak berbalik dari arahmu..
setidaknya kita pernah berpapasan dan saling melihat
tau bahwa pernah ada masing2 kita menyempili rentetan memori hidup
dan aku bangga pernah tau
lebih2 pernah bersama
biar tidak selama-lamanya seperti angan-angan semua mereka yg bahagia
karena titik itu momentum untuk melaju
membiarkan saling tertinggal
menatap punggungmu yg kuelus-elus tanda sayang
sedikit tersenyum miris ingat kita pernah nyaris jadi belahan jiwa
dan tersenyum lebih lebar karena ternyata kita tidak pernah searah.
time can speak itself with its own words. bye.
(celebrating the old times being yours)
naa
berpapasan di satu titik lantas mulai meninggalkan
bukan maumu jadi eskalator yang harus ke arah atas
bukan mauku bergerak berbalik dari arahmu..
setidaknya kita pernah berpapasan dan saling melihat
tau bahwa pernah ada masing2 kita menyempili rentetan memori hidup
dan aku bangga pernah tau
lebih2 pernah bersama
biar tidak selama-lamanya seperti angan-angan semua mereka yg bahagia
karena titik itu momentum untuk melaju
membiarkan saling tertinggal
menatap punggungmu yg kuelus-elus tanda sayang
sedikit tersenyum miris ingat kita pernah nyaris jadi belahan jiwa
dan tersenyum lebih lebar karena ternyata kita tidak pernah searah.
time can speak itself with its own words. bye.
(celebrating the old times being yours)
naa
vulgar-ism
aku ingin dipeluk
bukan ingin diraba dan diremas
aku ingin kamu melihatku dan mengingatku
bukan ingin melayangkan pikiran liarmu karena menontoni tubuhku
aku tidak sedang terlalu ingin ditindih
aku ingin dibebaskan dari rasa terhimpit
aku bukan mau telanjang
aku mau kebebasan kemana hati akan membawa
bukan mauku kamu kuberi hak segala akses bagi tubuhku
bukan perhatian itu yang kucari
bukan perasaan itu yang sedang ingin kuletakkan di kepala hingga menggelinjang
aku mau berteriak
bukan karena keenakan
tapi karena muntahan yang menggumpal di tenggorokan
aku tidak sedang bernafsu
aku sedang tidak ingin berada di bawahmu mendengarmu mengerang
aku malah ingin didengarkan
diperhatikan dengan mata takjub dan berbinar
bukan dengan mata picik bernafsu binatang
bukan karena tubuh dan ukuran dada
bukan karena keliaran pinggul dan lidah
aku mau perasaan dimiliki yang berlangsung selamanya
tidak hanya beberapa detik menjelang kamu bawa aku ke tempat tidur
aku mau dicintai seutuhnya sebagai kesatuan tubuh dan jiwa olehmu
hanya kamu
yang entah kenapa hanya menatapku sebagai kemolekan liar tidak punya hati
naa
bukan ingin diraba dan diremas
aku ingin kamu melihatku dan mengingatku
bukan ingin melayangkan pikiran liarmu karena menontoni tubuhku
aku tidak sedang terlalu ingin ditindih
aku ingin dibebaskan dari rasa terhimpit
aku bukan mau telanjang
aku mau kebebasan kemana hati akan membawa
bukan mauku kamu kuberi hak segala akses bagi tubuhku
bukan perhatian itu yang kucari
bukan perasaan itu yang sedang ingin kuletakkan di kepala hingga menggelinjang
aku mau berteriak
bukan karena keenakan
tapi karena muntahan yang menggumpal di tenggorokan
aku tidak sedang bernafsu
aku sedang tidak ingin berada di bawahmu mendengarmu mengerang
aku malah ingin didengarkan
diperhatikan dengan mata takjub dan berbinar
bukan dengan mata picik bernafsu binatang
bukan karena tubuh dan ukuran dada
bukan karena keliaran pinggul dan lidah
aku mau perasaan dimiliki yang berlangsung selamanya
tidak hanya beberapa detik menjelang kamu bawa aku ke tempat tidur
aku mau dicintai seutuhnya sebagai kesatuan tubuh dan jiwa olehmu
hanya kamu
yang entah kenapa hanya menatapku sebagai kemolekan liar tidak punya hati
naa
in trance visuality
Kamu boleh sebut aku sakit jiwa
Tapi aku membayangkanmu tadi di lantai dansa
Hadir di situ memelukku
Merangkul pinggulku ikut berbagi irama lekukannya
Seiring dentuman memukuli dadaku dan senyum simpul penuh arti
Aku memejamkan mata
Berimajinasi ada kamu mengikuti gerak tanganku
Dalam binar cahaya remang-remang menatapku lekat-lekat
Membisikkan pujian aku cantik malam ini
Menertawakan kaki lelahku yang dibantai sepatu tinggi
Aku menghembuskan asap tinggi-tinggi
Ikut bersublimasi dalam atmosfer kabut dan warna-warna
Memejamkan mata lantas tertawa keras
Tenggelam dalam lautan mereka yang tertawa lebih keras
Lantas aku menertawai diriku
Membunyikan suaramu dalam kepalaku
Membayangkan ciuman termanis tempo itu
Aku menggigit bibirku
Membuka sedikit celah suara menembus pori telingaku
Ada suara kamu, suara musik dan tawaku sendiri
Bercampur jadi paduan tergila yang pernah aku dengar
Bahagianya aku akan kehadiran imajinermu di sisiku
Menemani malam panjang bergerak kian tidak terkendali
Aku menatap ke atas
Menghamburkan pandangan pada serpihan-serpihan hujan kertas
Berjatuhan menimpa mereka yang bergembira
Menyambut senyum lebarku pada ingatan terbaik tentang kamu
Aku cinta padamu malam ini
Cepatlah datang
Atau setidaknya mampirlah segera
Aku tak sabar berdansa denganmu dalam nyata
naa
(X2, just for you!)
Tapi aku membayangkanmu tadi di lantai dansa
Hadir di situ memelukku
Merangkul pinggulku ikut berbagi irama lekukannya
Seiring dentuman memukuli dadaku dan senyum simpul penuh arti
Aku memejamkan mata
Berimajinasi ada kamu mengikuti gerak tanganku
Dalam binar cahaya remang-remang menatapku lekat-lekat
Membisikkan pujian aku cantik malam ini
Menertawakan kaki lelahku yang dibantai sepatu tinggi
Aku menghembuskan asap tinggi-tinggi
Ikut bersublimasi dalam atmosfer kabut dan warna-warna
Memejamkan mata lantas tertawa keras
Tenggelam dalam lautan mereka yang tertawa lebih keras
Lantas aku menertawai diriku
Membunyikan suaramu dalam kepalaku
Membayangkan ciuman termanis tempo itu
Aku menggigit bibirku
Membuka sedikit celah suara menembus pori telingaku
Ada suara kamu, suara musik dan tawaku sendiri
Bercampur jadi paduan tergila yang pernah aku dengar
Bahagianya aku akan kehadiran imajinermu di sisiku
Menemani malam panjang bergerak kian tidak terkendali
Aku menatap ke atas
Menghamburkan pandangan pada serpihan-serpihan hujan kertas
Berjatuhan menimpa mereka yang bergembira
Menyambut senyum lebarku pada ingatan terbaik tentang kamu
Aku cinta padamu malam ini
Cepatlah datang
Atau setidaknya mampirlah segera
Aku tak sabar berdansa denganmu dalam nyata
naa
(X2, just for you!)
Subscribe to:
Posts (Atom)